BLOGHANTU

Mbah Karbol

14 Aug 2009 - 13:24 WIB

Di beranda masjid, duduk beberapa lelaki membentuk lingkaran. Mereka bercengkrama tentang segala hal. Yang seorang menyeruput kopi panasnya. Yang lain menunggu hangat. Lainnya lagi mengepulkan asap rokok kretek tiga zaman. Mereka belum pulang. Padahal pengajian sudah selesai dan ustadz yang mengajarkan merekapun sudah kembali ke rumah. Tapi begitulah, memang mereka senang ngumpul-ngumpul saja.

Sebenarnya Haker hanya lewat saja. Tapi setelah tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, Hakerpun jadi “nguping” di balik tiang penyangga beranda. Mereka ngomongin hantu!

“Wah, kemarin saya dengar istrinya si Parmin kesurupan! Pas ditangani sama mbah Karbol, hantunya marah-marah!” Salah seorang berkisah. Selesai bicara dia selalu menghisap batangan rokoknya.

“Apa yang dibilang hantu itu?” tanya seorang yang paling antusias. Dia menyulut sebatang rokok juga. Rokok temannya. Itulah yang ia senang dari ngumpul-ngumpul seperti itu, bisa merokok gratis.

“Hantu itu bilang: Hoooi lu pade jangan macem-macem same gue! Nih, kenalin gue si Joker! Kemaren perempuan ini buang sampah sembarangan. Dilempar ampe nyangkut di atas pohon. Masalahnye, pas kena muka gue! makenye sekarang gue bales dendam! Gue kasih pelajaran! Paham?!” Kisah sang pencerita.

“Lalu, apa yang dilakukan mbah Karbol?” tanya yang lain.

“Wah, mbah Karbol langsung lompat dan siap siaga dengan merapalkan segala macam ajian. Untung dia nggak pake Ajian Serat Jiwa-nya Brama Kumbara. Padahal dia masih keturunan Brama Kumbara. Gitu katanya sih…”

“Terus pegimane akhirnye?” tanya yang paling mangap saat mendengarkan cerita.

“setelah merapal, Mbah Karbol langsung memijit jempol kaki tuh cewek sambil mengancam hantu itu: hoi hantu Joker! Mending kowe pulang ke asal! Kalo tidak, kowe aku penjara dalam cincinku ini!”

“Oya, mbah Karbol itu cincinnya dari batusari, katanya berfungsi sebagai penjara jin dan setan yang pernah ia tangkap dari pasien-pasiennya!” tambah yang lain.

“Terus itu hantu Joker dipenjara?”

“Ya! Tiba-tiba saja mbah Karbol langsung merapal dan menangkap sesuatu yang tak kelihatan sama orang biasa. Lalu memasukkannya ke cincin batusarinya itu. Setelah itu, perempuan yang ditolongnya itu pelan-pelan normal lagi.”

“halah! bohong lu! Mau aja lu pada dikerjain sama mbah Karbol! Si Joker mah lagi asyik ngerujak bareng Idana” Haker lepas kontrol ia langsung mengomentari reriuangan lelaki di serambi masjid itu…

“Hah? siapa yang ngomong tuh?” salah seorang komentar

“Hah? jangan… jangan… …KABOOOOOOORRR!!!!” Yang bercerita langsung ngacir. diikuti yang lainnya berbarengan. Kopi seteko masih utuh di serambi masjid. Rokok kretek tiga zaman juga tertinggal.

“Waduh, gue lupa!” Haker baru sadar. Emosinya membuat bapak-bapak doyan ngerumpi itu bubar. Tapi biarlah. Biar mereka tahu, seringkali masyarakat mudah dibohongi oleh para tetua atau yang disebut “orang pinter”. Mereka sok jago mengusir hantu. Padahal, faktanya, saat itu Joker cuma iseng saja dan pergi begitu saja setelah menjelaskan agar jangan buang sampah sembarangan. Kebetulan saat itu berbarengan dengan saat Mbah Karbol bergaya. Joker paling malas melihat gaya orang-orang semacam mbah Karbol, yang merasa hebat mengusir hantu padahal hanya untuk bisnisnya sendiri. Duh, sepi… mending Haker pulang ah ke Rumah Hantu.


TAGS   joker / rumah hantu / bloghantu / mbah karbol / bohong / merapal / masjid /


Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments

Archive