BLOGHANTU

Kunti Mau Ikut Casting Film

5 May 2010 - 23:58 WIB

Tinggal di rumah baru, Kunti mendapatkan teman baru : Hantu Pesolek namanya. Namanya juga hantu kota metropolitan, kegiatannya lebih berorientasi bisnis. Tidak seperti hantu konvensional, yang nggak ada pekerjaan lain selain menakut-takuti orang.

“Jadi sampai sekarang kamu masih nakutin orang aja, Kunti?” tanya Hantu Pesolek yang mengundang Kunti main ke rumahnya, di sebuah ruang tak terawat di Stasiun Kota.

“Sebelum aku bergabung dengan LBH, ya selalu gitu.” Jawab Kunti, jujur.

“LBH? Apa tuh?” tanya Hantu Pesolek sambil merias wajahnya di depan cermin.

“Lembaga Bantuan Hantu pimpinan Haker (hantu keren). Di LBH, kami tidak disarankan menakut-takuti orang. Apalagi menjual diri ke dukun-dukun untuk menyantet atau membuat orang kesurupan.” Kuntipun menjelaskan visi dan misi LBH lebih jelas lagi, sambil memperhatikan beragam kosmetik yang tertata rapi di meja rias Hantu Pesolek.

“Wah, boleh juga tuh. Sebenarnya banyak hantu di kota besar yang sudah bete juga menakuti orang. Yach, untung saja kami punya job dari para pekerja film. Lumayan. Sejak beralih jadi selebhantu, intensitas kami yang destruktif jadi berkurang.” Jelas Hantu Pesolek.

“Bagus juga sih. Selama ini kami di LBH dilarang menjual diri kepada dukun, tetapi pengalihan kegiatan lainnya tak jelas.” Kunti curhat.

“Berarti program LBH harus dikembangkan lagi tuh. Kapan saya bisa ketemu Haker, biar saya usulkan padanya!” saran Hantu Pesolek.

“Boleh. Nanti kalau Haker kembali ke markas, akan kuberitahu.”

“Memang kesibukannya apa?”

“Dia sedang mencari salah satu hantu teman kami yang diculik oleh Ghostmaster. Sampai sekarang belum ketemu.”

“Oalaaah…. Ghostmaster masih berkuasa? Aku kira sudah pensiun!” Hantu Pesolek terkejut juga mendengar nama Penguasa Jagad Hantu.

“Ya masih doang ah. Justru selama ini LBH berusaha membebaskan para hantu dari penindasan Ghostmaster…”

“Baguslah kalau begitu. Sudah lama sekali aku tak mengikuti perkembangan dunia hantu. Sudah asyik main film sih.”

“Ajak-ajak aku dong, mbak?!” pinta Kunti memelas.

“Boleh. Kebetulan aku mau berangkat ke lokasi syuting. Kami bisa sekalian ikut casting!” Kabar baik buat Kunti.

“Bener, mbak? Wah baik sekali. Aku serius nih!”

“Bener dong, Kunti. Kebetulan untuk film yang akan datang, perlu banyak hantu yang dilibatkan. Terutama untuk peran pengganti.”

“Peran pengganti apa, mbak?”

“Peran pengganti hantu yang kebanyakan job! Nah, para pekerja film itu kan sebenarnya nggak gitu hafal tampang kita. Lha mereka sebenarnya takut menatap kita lah. Nah, kelemahan mereka ini sering aku jadikan peluang untuk mencari peran pengganti, sementara itu aku menerima job lain dari Production House lainnya.. hihihi….”

“Cerdas kamu, mbak!”

“Oaaalaaaah, Kunti. Tinggal di Jakarta kalo nggak cerdas, bisa jadi korban doang! Kamu lihat saja para politisi yang sering mengorbankan rakyatnya.”

“Gitu ya, mbak. Jadi kapan kita berangkat?” Kunti tak sabar ingin ikut casting film.

“Yuuk sekarang kita jalan!”

“Judul filmnya apa sih, mbak?”

“Kuntilanak di Pentas Politik Nasional…. Seru kan judulnya?”

“Wah, menarik, mbak!”

“Ya sudah. yuk kita jalan!”

Merekapun melesat menuju lokasi syuting Film yang digadang-gadang bakalan laku keras bulan depan. Maklum, selera film masyarakat masih dominan pada film-film horor yang tak jelas misinya.


TAGS   kunti / casting / film / hantu pesolek /


Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments

Archive