BLOGHANTU

Info Penting dari Hantu Tak Penting

26 Feb 2011 - 22:05 WIB

foto : 3.bp.blogspot.com

foto : 3.bp.blogspot.com

Haker (Hantu Keren) mendarat tepat di belakang dua sejoli yang selalu menyambut riang para tetamu, alias Patung Selamat Datang. Ia menyelinap dalam patung sang lelaki. Matanya menjelajahi area di tempat nongkrong kaum urban Jakarta. Tepatnya di depan pelataran Plaza Indonesia.

Menurut informasi dari Hantu Perayu dan Caspersky, mereka berdua sempat bertemu Hantu Pikun sedang duduk bengong di situ. Hantu Perayu dan Caspersky tidak berhasil mengajak Hantu Pikun pulang ke Rumah Hantu lantaran sahabatnya itu lupa terhadap mereka berdua.

“Aku sudah menyebut pengalaman saat masih bersama-sama di markas kita yang lama, tapi ia masih melongo aja. nggak ngomong apapun!” lapor Hantu Perayu kepada Haker.

“Aku juga ceritain waktu ia kena setrum karena salah nyolokin kabel stop kontak. Bukannya ke laptopku, malah ke mulut dia. Lha, tapi dia juga nggak ingat. cuma bilang, bego sekali temanmu yg kesetrum itu.” sambung Caspersky.

“Cuma waktu aku menyebut namamu, ia agak terperangah. Sepertinya cuma kamu yang bisa mengajaknya kembali, Haker!” tambah Hantu Perayu.

Karena itulah malam ini Haker memantau dari ketinggian Patung Selamat Datang.

“Banyak sekali orang di pelataran itu…” gumam Haker sendirian.

“Oh itu, mereka anak-anak nongkrong yang biasa disebut Komunitas BHI. Mereka biasa nongkrong di situ setiap Jum’at Malam.”

“What???” Haker terkejut mendengar suara yang membalas gumamannya. “Siapa kamu?”

“Aku? Tak pentinglah siapa aku. Yang pasti, aku sudah tinggal di sini sejak Patung ini dibangun. Menemani suamiku yang tempatnya kamu tumpangi dari tadi.” Jawab suara yang ternyata keluar dari bibir patung perempuan di sebelahnya.

“Oh, sorry banget! Aku nggak tau kalau ada suamimu di sini!”

“Ah, kamu ini sebagai hantu lumayan bego juga ya. Nggak bisa membedakan mana patung yang clear dan mana patung yang sudah jadi persemayaman sebangsamu, hehehe…”

“Wah, maaf, mbak yu. Kalau begitu aku akan keluar dari patung ini.”

“Gak usah, bego! Kan aku bilang itu tempat suamiku. Lha dianya sih lagi nggak ada di situ. Dia lagi keliling.”

“Oh, baiklah kalau begitu. Eh… ehm.. Jadi mereka itu orang BHI? Siapa sih mereka?”

“Mereka adalah kaum onliners. Hari-hari mereka lekat dengan blog dan social media lainnya. Nah, biasanya tiap malam sabtu seperti sekarang ini, mereka memang nongkrong di situ.”

“Oh… mungkin mereka itu yang pernah disebut oleh temanku si Caspersky. Ia pernah cerita kalau beberapa kali ikut kopdaran BHI. Oh… baru tau aku maksudnya.. di situ tokh… “

“Kamu mau cari siapa di situ?” tanya suara yang keluar dari patung perempuan di sebelahnya.

“Aku mencari temanku, yang katanya sempat nongkrong di pelataran sana itu!”

“Oh, temanmu yang kurus kering, kulitnya peyot, mukanya pucat, dan rada-rada idiot gitu?”

“Yupz! Benar. Dia biasa kami panggil Hantu Pikun alias Hape alias Hapik. Kamu melihatnya di sana? Lalu kemana dia? Koq sepertinya tak ada di sana lagi?” Haker antusias mencari informasi dari suara di sebelahnya.

“Dia itu sepertinya habis kena siksaan berat ya? Seperti masih terpengaruh dengan mantra ya? Sebenarnya aku kasihan sama dia. Soalnya dia itu kelihatan lelah sekali. Tapi suamiku melarangku mendekatinya. Menurut suamiku, temanmu itu sepertinya habis disiksa oleh kaki-tangan Ghostmaster. Betul begitu?”

“Ya. ia diculik oleh gerombolan intelijen Ghostmaster. Aku adalah teman baiknya. Oh, tapi… koq kamu tau sih soal Ghostmaster? Siapa kamu sebenarnya?”

“Hihihi…. jelas aku tau seluk beluk dunia hantu dong. Lha umurku saja lebih tua dari Ghostmaster. Jangan si Raja Hantu itu. Lha akupun sebenarnya tau siapa kamu, hihihi….”

“Oh, maaf, berarti kamu kenal denganku? Siapakah namamu mbak yu? Senang sekali aku bisa bertemu dengan hantu baik dan berpengalaman sepertimu…”

“Hihihi… kamu itu bernama Corleone. Sejak membantun LBH alias grup Rumah Hantu, kamu kerap dipanggil Hantu Keren, alias Haker. Nah, kamu itu gembong dari gerombolan yang paling dicari oleh Ghostmaster. Sudahlah… anak muda! Tak penting siapa aku ini. Yang penting, aku membantu usaha kalian.”

“Tapi, untuk mengingat mbak yu, aku perlu nama.”

“Sebut saja aku HANTU TAK PENTING. Itu saja cukup mudah diingat, bukan?!”

“Baiklah kalau begitu. Kalau mbak yu tau, mohonlah beri informasi kepadaku, dimana rupanya temanku si Hantu Pikun itu?” Haker meminta dengan rasa hormat.

“Ketika kamu datang, sebenarnya temanmu itu ada di antara kerumunan para blogger itu. Mungkin karena tak suka dengan keramaian, beberapa detik kemudian ia melesat ke arah sana!” Hantu Tak Penting menunjuk ke arah antara Monumen Nasional (MONAS) dan Istana Negara. Untung saja orang-orang BHI tak melihat saat tangan patung itu bergerak. Kalau ada yg sempat melihat ataupun memotretnya, bisa rame jadi berita di sosial media.

“Oh. Hapik, sulit sekali mencarimu!” Haker mengeluh.

“Halah, kamu ini. Jangan putus asa. Sebenarnya mudah saja menemukan dimana temanmu itu. Yang penting kamu sungguh-sungguh mencarinya. Jangan seperti para petinggi negara di sini yang cuma doyan cuap-cuap saja mau nangkep koruptor, pembunuh Munir, dan semacamnya. Tetapi nyatanya tak ada hasilnya.”

“Oh, mbak yu, jangan bahas politik ah. Nanti blog hantu dibreidel” Tukas Haker.

“Lho, siapa yang bahas politik. Aku cuma memotivasi kamu, agar kamu jangan seperti mereka. Mereka itu sebenarnya tak pernah sungguh-sungguh mencari kebenaran karena 2 hal : 1. Karena mereka takut keburukannya diungkap juga oleh lawan mereka. 2. Karena tak pernah ada kebenaran dalam dunia mereka.” begitu kata Hantu Tak Penting.

“Baiklah kalau begitu, mbak yu. Aku tak akan seperti mereka yang mbak yu sebut. Aku sungguh-sungguh mencari temanku ini. kalau begitu, aku permisi dulu ya, aku harus mengejar temanku itu.” Pamit Haker.

“Eits, tunggu dulu. Dasar kamu anak muda kurang pertimbangan! Aku perlu beritahu kamu, di area dekat istana itu, banyak kaki tangan Ghostmaster. kamu harus berhati-berhati!”

“Oh, terima kasih, mbak yu! Terima kasih! Aku banyak belajar dari mbak yu.” Hakerpun langsung melesat menuju arah yang ditunjukkan oleh Hantu Tak Penting. Ia senang karena telah mendapatkan informasi penting dari Hantu Tak Penting.






TAGS   ghostmaster / hantu tak penting / BHI / bunderan HI /


Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments

Archive