BLOGHANTU

Kenapa Gak Ada Pocong di Rumah Hantu?

1 Jun 2011 - 22:01 WIB

Sempat ada obrolan antara Hantu Perayu dengan temannya dari Semarang, Hantu Merdu Mendayu. Mereka membahas tentang pocong.

Ya memang belakangan ini, pocong itu eksis banget. Bahkan bisa jadi sekarang popularitasnya udah ngalahin Sundel Bolong, Kuntilanak, Genderuwo, Tuyul, dan lain-lain. Mungkin itu dipengaruhi oleh obyekan pocong dalam dunia sineas kita. Banyak banget pocong yang dapat Job main film. :D

Tapi haker sempat nyeletuk di antaran obrolan kedua hantu perempuan yang sama-sama ngiri dengan popularitas pocong di era narsis ini. Haker bilang, pocong nggak ada di rumah hantu, tempat para hantu mangkal, di Kota Tua Jakarta.

“Lho iya ya, baru ngeh aku, kenapa ya nggak ada pocong di sini?” Hantu Merdu Mendayu manggut-manggut sambil monyongin bibirnya biar kelihatan sedang mikir.

“Halah, kau ini. Ngapain juga mikirin pocong ada di RH atau nggak. Lha dia kan udah eksis, jadi ngapain gabung ke sini? Kurang kerjaan aja…” Hantu Perayu berkomentar sambil gunting kuku. Bibirnya sedikit miring karena sulit sekali memotong kuku jemponya yang tebal.

“Eh Haker, tapi sebenarnya apa sih alasan mereka tak mau bergabung sama kalian di sini? Lha aku aja jauh-jauh dari Semarang masih mau mampir, koq?!” Tanya Hantu Merdu Mendayu sambil membantu Hantu Perayu menekan gunting kuku untuk memotong kuku jempol kakinya yang terlalu tebal.

“Aku pernah ajak beberapa dari mereka ke sini, tapi menolak.” Jawab Haker sambil menutup hidungnya. Ada aroma tak sedap. Entah dari mana…

“Apa alasan mereka menolak? Belagu sekali mereka itu?” Masih sempat bertanya rupanya Hantu Perayu.

“Sepele sih…” Jawab Haker.

“Ya, apa? Sepele kayak mana?” Desak Hantu Perayu

“Mungkin mereka takut nggak kebagian job kalo bergabung di sini?” Tanya Hantu Merdu Mendayu.

“Bukaaaan…. Bukan itu alasannya…” Jawab Haker yang terpaksa ikutan membantu memencet gunting kuku, karena 2 hantu temannya itu tak berhasil pula memotong kuku jempol kaki bercutek merah delima itu.

“Ya apa? Cepetan dong…. aku jadi gak konsentrasi nih!” Desak Hantu Perayu, menggigit bibirnya, mengerahkan tenaga.

pocong

“Mereka tak betah tinggal di sini karena gerah.” Jawab Haker

“Gerah?”

“Ya, gerah. Itu saja alasannya. Mereka pernah minta opsi pilihan untuk bisa tinggal di Rumah Hantu…” Haker bilang.

“Apa itu? Pilihan ganda atau Benar-Salah?”

“Yang pertama, Tembok di ruang atas dibongkar, agar ada angin masuk. Atau pilihan lainnya : Pasang AC!”

“Hatchiii…, belagu amat sih. Lagian kalo memang gerah, buka aja itu kain kafannya!!” Hantu Merdu Mendayu agak kesal mendengar permintaan pocong yang menurutnya neko-neko. Kalau lagi kesal, kebiasaannya dia bersin.

“Hehehe…. mana bisa buka kain kafan? Nanti kena pasal pornografi dan pornoaksi lah yau!” Hantu Perayu tertawa….

Lalu bagaimana nasib kuku jempol Hantu Perayu? Apakah berhasil terpotong?

Kirim jawaban segera! Caranya :

Ketik : REG(spasi)RUMAHANTU(spasi)JAWABAN

Kirim ke : 378

Biaya : Rp.10.000/transaksi

Kalau mau gratis, langsung aja tulis komentar di bawah :)


TAGS   pocong / gunting kuku /


Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments

Archive