BLOGHANTU

  • kisah kami /
    17 Mar 2010

    Murka Ghostmaster

    Rencana migrasinya para penghuni rumah hantu ke tempat baru terdengar oleh sang penguasa dunia hantu, Ghostmaster. Ia mendapatkan informasi itu dari jajaran hantu pengintai yang memang ditugaskan untuk memonitor gerakan Lembaga Bantuan Hantu (LBH) yang dimotori oleh Haker, hantu keren. “Mau pindah kemana mereka?” Tanya Ghostmaster sambil mengelus jenggotnya yang kadang berwarna hitam, kadang keemasan seperti serabut jagung. “Ng…nganu… kami belum tahu, Ghostmaster…” salah satu hantu pengintai menjawab sambil tetap menunduk, tak berani menatap mata sang penguasa. “Bagaimana kalian ini. Ditugasi jadi pengintai itu bukan untuk memberikan informasi sepotong-sepotong. Harus lengkap! Kalau belum lengkap, jangan dilaporkan, Bego!” “
  • kisah kami /
    13 Mar 2010

    Mengungsi di Blogdetik

    Pansus Rumah Hantu akhirnya berakhir. Setelah selesai menerima kedatangan MT yang diundang untuk menghibur para hantu dengan lagu-lagu menyayat hati, Haker (hantu keren) sang pemimpin komunitas rumah hantu memutuskan bahwa mereka tak boleh mengganggu transaksi penjualan rumah tua kepada pengusaha caf dan restoran. Namun satu hal yang luput dari perkiraan mereka adalah, ternyata rumah tua peninggalan penjajah Belanda itu akan digusur total dan digantikan dengan pembangunan gedung baru. “Ape gue bilang! Makanya kalo orang protes itu dicamkan! Akhirnya rumah kita ini mau digusur abis!” Joker marah. Kekalahannya dalam voting pansus membuatnya kecewa lantaran rumah warisan zaman belanda ini akan punah. “Bener juga katamu, Joker. Aku jadi bingung kita mau nge-camp dimana sete
  • kisah kami /
    11 Mar 2010

    Kunti Mau Belajar

    Rapat khusus untuk menyepakati agar para hantu tidak menghalangi oroses transaksi penjualan Rumah Tua yang menjadi Rumah Hantu belum mencapai kata sepakat. Hantu Perayu walk out karena kesal dengan ulah Joker yang banyak omong seperti kelakuan anggota Pansus Century. Kunti mengejar Hayu… “Acem! Kenapa ikuti aku?” Hayu tak ingin ditemani. “Aku ingin belajar merayu sepertimu, Kak.” Kunti memelas. “Emang kamu gak ada kerjaan? Bukannya kamu masih kerja di rumah Erha?” Ya, sempat beberapa waktu yang lalu Kunti bantu-bantu di rumah Erha setelah pembantunya memasuki masa expire date. Kunti sebenarnya kerasan tinggal di rumah itu, tapi karena terlalu padat, ia tak betah. “jadi aku tak boleh ikut nih, aku mau belajar!” pinta Kunti “Ha
  • kisah kami /
    10 Mar 2010

    Rapat Rumah Hantu

    Halo teman-teman blogger. Aku Haker (hantu keren) kembali mengabarkan…. Kami sempat kebingungan ketika rumah tua yang kami tempati selama ini direncanakan akan diubah bentuk menjadi cafe and resto. Rumah kami ini adalah sebuah bangunan tua sejak zaman Belanda. Puluhan tahun rumah ini kosong karena pemiliknya berniat menjual dengan harga antik. Transaksi yang dimulai sering gagal karena beberapa temanku, protes dengan cara mereka masing-masing. Ada yang tiba-tiba melintaskan penampakannya, ada yang menendang tas orang-orang yang sedang bertransaksi, ada juga yang sekedar teriak bernyanyi-nyanyi. Wajar kalau rumah tua ini tak laku. Untuk mencapai kesepakatan agar teman-teman hantu berhenti mengganggu transaksi, aku menggelar diskusi bersama Joker, Hantu Perayu, Kunti, Japra, Bomber,
  • kisah kami /
    19 Oct 2009

    Hantu di Kebon Singkong

    Lelaki tua itu terbaring di dipan papan beralas tikar pandan. Sudah 19 orang pintar menanganinya tapi tak satupun yang bisa mengarahkan pada jalan kesembuhan. Kini datang lagi orang pintar ke-20. Orang pintar itu bilang, “Hm…. bapakmu ini kesambet thole!” kepada anak sang lelaki tua yang gelisah karena sudah sebulan ayahnya tak kunjung sembuh. “Kesambet dimana, pak?” tanya thole. Orang pintar itu memejamkan matanya. Lalu tangan kirinya menunjuk ke arah Barat, “Itu, di kebon singkong!” “Tapi bapak jadi seperti ini setelah jatuh di dapur. Kepalanya terbentur tempayan, sampai tempayan itu pecah pak?” Sang orang pintar itu tak mau kalah, “Sampeyan ini tahu apa? Sampeyan ini bawa saya ke sini mau ditolong atau mau ngajari saya?
  • kisah kami /
    15 Sep 2009

    Hantu Playboy

    Di Salon baru milik Hantu Perayu. Beberapa hantu perempuan bercengkrama tentang masalah mereka yang bermuara pada satu personal : Hantu Playboy. Dengan pipi merona merah Kunti menceritakan janji muluk Hantu Playboy padanya. Ia mau diajak jalan-jalan ke Bali. Si Manis dari Jembatan Ancol terkejut. Ia menyatakan bahwa Hantu Playboy (Selanjutnya disingkat HP aja ah! Capek nulisnya :P ) juga pernah berkata-kata mesra padanya. HP bahkan sering meninggalkan catatan di bawah jembatan Ancol, berisi puisi cinta. Lain lagi dengan Suster Ngesot. Ia sejak awal sudah curiga bahwa HP sekedar tebar pesona. Hobinya memang mengajak kencan berbagai hantu perempuan demi kesenangan saja. Tidak serius! Hantu Perayu terkekeh mendengar curhat para pelanggannya. Iapun mengurai cerita tentang interaksinya dengan
  • kisah kami /
    26 Aug 2009

    Peluang Bisnis di Rumah Hantu

    Suatu ketika, datang seorang blogger ke Rumah Hantu. Ia mempertanyakan kenapa hantu-hantu perempuan itu rata-rata berrambut panjang dan tak terurus. “Nggak modis!” Kata Liza sang tamu dari Aceh. “Wah, bener tuh. Mending kamu buka Salon aja di Rumah Hantu!” Sambut Haker kepada dua hantu perempuan yang ikut menerima kehadiran Liza, Kunti dan Si Manis Jembatan Tol yang dijuluki sang Hantu Perayu. “Wah, kalo aku kan sudah repot dengan pekerjaanku di rumah Mbak Ella.” Jawab Kunti. “Ya udah, kalo gitu, biar aku aja deh yang buka. Hitung-hitung cari tambahan penghasilan. Lagian, bosen juga merayu cowok-cowok. Apalagi di zaman krisis moneter, mereka banyak yang bokek!” Sambut si Manis. “Nah bagus tuh. Kalau tak ada modal, kamu buat propos

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments