BLOGHANTU

  • pengakuan /
    15 Mar 2010

    Interview with Bomber

    Rumah Hantu kedatangan tamu, seorang profesor yang sedang meneliti gerakan deradikalisasi di beberapa negara. Di sela-sela kunjungannya menemui para mantan aktifis gerakan radikal di Indonesia, Profesor Mark Woodward, menyempatkan diri untuk berdialog dengan hantu Bomber, yang pernah terlibat dalam beberapa aksi pemboman. Dialog tersebut dimediasi oleh ICDW, sebuah gerakan yang melakukan advokasi terhadap mantan aktifis gerakan radikal yang ingin kembali menjadi masyarakat biasa (baca: moderat). Di sebuah tempat yang disepakati untuk dirahasiakan, wawancara dilakukan. Agar tidak grogi, hantu Bomber minta ditemani oleh Joker. Sebenarnya ia lebih suka ditemani Haker, tapi karena Hantu Keren itu juga sedang ada urusan ungsian dengan mas KW dari blogdetik, maka maka ia terpaksa rela Joker me
  • pengakuan /
    5 Sep 2009

    Teluh Tradisi Pengecut

    “Ada korban teluh!” bisik Joker kepada Haker “Apa isinya?” “Biasa, jarum dan rambut!” “Hm… kapan ya isinya DVD Player atau kompor gas? Aku lagi butuh dua barang itu buat nonton sambil ngopi di rumah hantu…” balas Haker nggak serius. “Kemarin perempuan itu diperiksa sama orang pinter. Ternyata isinya cuma jarum dan rambut. Katanya sih, yang neluh mantan pacarnya!” “Halah, hari gini masih pake begituan! Masih ada aja orang yang berprinsip cinta ditolak, dukun bertindak!” Haker kesal. “Habis gimana lagi, lha dukunnya juga masih buka praktik. Masyarakat juga masih banyak yang percaya sama solusi wireless jadul kek gitu!” “Susah juga, Ker! Selama ghostmaster masih membuka kontrak d
  • pengakuan /
    21 Aug 2009

    Anak Bagong Mau Lewat

    “Numpang-numpang anak bagong mau lewat…!” kata salah seorang pemuda ganteng yang melintasi jalan gelap dengan sebuah pohon beringin bertengger di depan sebuah rumah besar yang dibangun pada zaman Kumpeni Belanda. Itulah Rumah Hantu. “Je ilee! Itu anak bagong ganteng amat!” celetuk Joker yang hari-hari santainya selalu dilewatkan dengan nangkring di pohon yang besar, rindang, dan nyaman. Namanya juga Joker : ngejogrog di pohon angker. “Husyh! kamu itu iseng banget sih! biarin aja itu orang mau ngomong anak siapa kek dia? urusan banget!” Sela Kunti yang juga sedang melepas lelah di pohonnya Joker. “Bukannya gitu, Kun… Lagian, kasian banget dia nggak ngakuin bapaknya sendiri. Malah Bagong yang diakuinya. Emang Bagong punya anak, Kun?
  • pengakuan /
    14 Aug 2009

    Mbah Karbol

    Di beranda masjid, duduk beberapa lelaki membentuk lingkaran. Mereka bercengkrama tentang segala hal. Yang seorang menyeruput kopi panasnya. Yang lain menunggu hangat. Lainnya lagi mengepulkan asap rokok kretek tiga zaman. Mereka belum pulang. Padahal pengajian sudah selesai dan ustadz yang mengajarkan merekapun sudah kembali ke rumah. Tapi begitulah, memang mereka senang ngumpul-ngumpul saja. Sebenarnya Haker hanya lewat saja. Tapi setelah tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, Hakerpun jadi “nguping” di balik tiang penyangga beranda. Mereka ngomongin hantu! “Wah, kemarin saya dengar istrinya si Parmin kesurupan! Pas ditangani sama mbah Karbol, hantunya marah-marah!” Salah seorang berkisah. Selesai bicara dia selalu menghisap batangan rokoknya. “Apa yan
  • pengakuan /
    13 Aug 2009

    Bertemu 3 dblogger

    Kemarin Haker dan Japra jalan-jalan ke Plangi. Tujuannya sih bukan ke Plangi, tapi ke salah satu sudut di kolong Jembatan Semanggi. Haker dan Japra menengok teman-teman Hantu Pahlawan yang mati di situ saat zaman dulu. Biasa, sebelum pulang, Haker ngajak JJS (jalan-jalan santai) dulu. Sepanjang jalan Haker menyanyikan lagunya Deni Malik, “Sore-sore… kita berjalan-jalan sore-sore….” Dua hantu pujaan hati beberapa dblogger girls itu terkejut melihat seorang perempuan duduk di restoran yang paling tak disukai MT karena cara mengusir pelanggannya kurang etis. Japra melepas kacamata barunya, menguapkan dengan uap dari mulutnya. lalu memakainya lagi. “Mana? Nggak kelihatan? Cuma ijo-ijo gitu?” Clingak-clinguk. “Mana kelihatan! Mestinya lu lap dulu tuh
  • pengakuan /
    5 Aug 2009

    Hantu Bomber Gabung di Rumah Hantu

    Dengan langkah gontai ia memasuki rumah hantu. Lehernya penuh dengan balutan kafan. Menyatukan batok kepalanya agar seolah-olah masih menyatu dengan tubuh yang kadang-kadang buyar lalu menyatu kembali… Sepertinya ia merasakan kepedihan yang menyayat. Ia berdiri di depan meja resepsionis Rumah Hantu… Suara angin malam dan gongongan anjing kelaparan, mendramatisasi kepedihannya. “Kamu siapa?” tanya Haker (Hantu Keren) yang memimpin komunitas Rumah Hantu ini. “Sebut saja aku Hantu Bomber. hiks…” Yang namanya hantu memang tak lagi punya nama selayaknya manusia hidup. Kebiasaan, proses matinya seseorang, dan minat, biasanya melekat sebagai nama hantu. “Oooh kamu yang ngebom hotel pas jam 07.49 di Hotel ya? Kalau saya Haker!” “Ya…
  • pengakuan /
    3 Aug 2009

    Kopdar Hantu Merdeka

    Malam Jum’at kemarin, mengambil tempat di Taman Makam Pahlawan Kalibata, kami menggelar Kopdar. Ini kopdar pertama kali yang pernah diselenggarakan hantublogger. Satu tujuan kami adalah menyatukan persepsi dan perspektif para hantu yang mau ngeblog. Berikut sekelumit laporan pandangan mata… “Merdeka!!” Haker (Hantu Keren) juru bicara sekaligus admin bloghantu membuka kopdar. Ia memekikkan merdeka karena sekaligus bulan ini adalah bulan kemerdekaan, saat mana rakyat negeri ini terbebas dari penjajahan. Belum selesai memberikan sambutan, seorang hantu penghuni Rumah Berlantai Kayu protes, “Mana mas Hilman? Katanya kamu mau mengundang mas Hilman?! Kan dia ketua dblogger! Aku mau minta tandatangannya!” Protes Kunti yang memiliki nama panjang : “Kunti

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments