BLOGHANTU

  • kisah kami /
    17 Feb 2011

    Hijab Cahaya

    BRUKK!!! “Aduh! Ada kerumunan orang di kompleks sebelah” tukas Hantu Joker yang melesat dari atas pohon kebanggaannya, dan nyusrug tepat di depan Haker yang sedang duduk santai, ngeteh di pelataran rumah hantu. “Kerumunan apa? Ada demo?” tanya Haker yang terkejut karena nyusrugnya si Hantu Joker. “Nggak tau. Cuma sepertinya bukan demo.” Jawab Joker sambil mengusap-usap jidatnya yang memar. “Kalo nggak punya informasi jelas, ya jangan dilaporkan. Nanti saya salah menyikapinya. Kumpulkan informasi dengan lengkap dulu, baru laporan.” Saran Haker, sang ketua gank Rumah Hantu. “Tapi sepertinya ada orang-orang yang biasa muncul di TV.” “Di TV banyak orang, Joker. Orang yang mana maksudmu?” “Yang biasa ngusir-ngus
  • kisah kami /
    22 Dec 2010

    Protes Hantu Blogger

    “Kita Press Release sekarang juga!” Ajak Haker kepada teman-temannya serumah hantu. Kunti, Japra, Joker, dan Caspersky mengerubunginya. “Ada apa, Haker?” tanya Japra kepada Haker si Hantu Keren yang masih menjadi kepala gank Rumah Hantu. “Kita harus menyatakan kepada publik bahwa selama ini kita tak pernah update karena bukan kemauan kita sendiri.” Jawab Haker sambil mengetuk-ketuk microphone… tuk…tuk… “cek.. cek…cek!… Kenapa ini microphone tak berbunyi? Bagaimana sih kamu Caspersky? Kan kamu yang bertanggungjawab atas urusan teknologi di rumah ini?!” Haker cemberut. “Wah, maaf bang Haker…. itu kabelnya belum saya colokin!” Jawab Caspersky, tuyul yang insyaf untuk tidak mencuri lagi. Sekar
  • kisah kami /
    5 May 2010

    Kunti Mau Ikut Casting Film

    Tinggal di rumah baru, Kunti mendapatkan teman baru : Hantu Pesolek namanya. Namanya juga hantu kota metropolitan, kegiatannya lebih berorientasi bisnis. Tidak seperti hantu konvensional, yang nggak ada pekerjaan lain selain menakut-takuti orang. “Jadi sampai sekarang kamu masih nakutin orang aja, Kunti?” tanya Hantu Pesolek yang mengundang Kunti main ke rumahnya, di sebuah ruang tak terawat di Stasiun Kota. “Sebelum aku bergabung dengan LBH, ya selalu gitu.” Jawab Kunti, jujur. “LBH? Apa tuh?” tanya Hantu Pesolek sambil merias wajahnya di depan cermin. “Lembaga Bantuan Hantu pimpinan Haker (hantu keren). Di LBH, kami tidak disarankan menakut-takuti orang. Apalagi menjual diri ke dukun-dukun untuk menyantet atau membuat orang kesurupan.”
  • kisah kami /
    19 Apr 2010

    Rumah Baru para Hantu

    Kini kelompok LBH (Lembaga Bantuan Hantu) yang dipimpin Haker (Hantu Keren) menempati Rumah Baru. Rumah itu terletak di Kota Tua Jakarta. Ada sebuah gedung yang tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. Sudah bertahun-tahun kosong. Jadi Haker memutuskan untuk pindah ke gedung tersebut. “Di sini enak. Lebih luas.” Caspersky terlihat puas dengan jatah kamarnya yang dilengkapi sebuah laptop dan koneksi wifi yang disedotnya dari hotspot yang ada dekat lokasi. “Kamu bisa lebih enjoy ngeblog, dong. Mulai saat ini, kamu yang ngurus blog kita ya!” Pesan Haker. “Siap, bos!” jawab Caspersky, semangat. Ia senang bergabung dengan LBH karena bisa bebas dari paksaan Ghostmaster yang sering menjualnya kepada manusia yang mau kaya dengan memelihara tuyul. “Dari pada
  • kisah kami /
    29 Mar 2010

    Santet by Request

    “Mbah Karbol beraksi lagi.” Seru Joker kepada Haker dan Caspersky yang baru sampai di Rumah Hantu. “Jadi kapan kita pindah rumah?” tanya Hantu Bomber seperti nada sela. “Kenapa mbah Karbol?” agak malas Haker menjawabnya. Ia merebahkan badan pada sofa panjang berlapis kalep berwarna hitam. “Kita pindah besok. Tapi tidak ke kantor blogdetik. Aku dan Caspersky dapat rumah baru yang kami temukan saat perjalanan pulang tadi.” “Mbah karbol nyantet bini orang.” Joker menjawab Haker “Wah bagaimana rumahnya? Lebih bagus dari rumah ini? Dimana lokasinya? Memang tak ada yang menghuni rumah itu?” Hantu Bomber tak mau kalah. Ia memburu Haker dengan pertanyaan berantai. “Eh Haker, baru datang. Aku baru mau menghubungimu.&
  • kisah kami /
    22 Mar 2010

    Senjata Rahasia Intel

    Japra melamun sendirian, karena kalau melamun berduaan, apalagi bareng Joker, bisa kacau. Sesekali ia melepas kacamatanya, mengusap kacanya dengan ujung kain putih yang selalu dikenakan saat ingin terbang. Japra suka sekali terbang meski ia tak bersayap. Setelah menilai kacamatanya jernih, kembali ia pasang di atas batang hidungnya yang kurang mancung. “Kenape lu ngelamun aje dari tadi?” Joker membuyarkan lamunan “Tak apa. Cuma sedang memikirkan, kenapa Hantu Pikun tak kelihatan selama 2 hari ini.” Japra kembali melepas kacamatanya, kali ini ia berikan cairan pengilap dari mulutnya “hah… hah”… lalu dilap lagi. “emang ada urusan ape lu? Tumben-tumbenan nanyain si Pikun. Biasanye cuek aje lu.” Joker menelentangkan badannya di
  • kisah kami /
    18 Mar 2010

    Interogasi

    Ketiga hantu pengintai membaca targetnya ke sebuah tempat interogasi. Tempat itu amat sangat dirahasiakan. Hanya kalangan hantu pengintai saja yang tahu. Saya sendiri yang menulis cerita ini tak pernah diberitahu, dimana sebenarnya tempat interogasi itu. Sang target dilesakkan ke dalam kotak kaca tembus pandang. Tali api yang melilit-lilit dan membekap sang target meledak dan berubah menjadi asap. Sang target tergeletak lemas tak sadarkan diri. “Sadarkan dia, biar bisa lebih cepat kita interogasi!” perintah kakak pertama kepada kedua hantu pengintai yang menemaninya memburu target. “Siap! Tapi… saya lupa manteranya, kakak pertama…” hantu pengintai yang paling muda menaikkan biji matanya, kedua alisnya menyatu, mengingat-ingat mantera untuk menyadarka

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments