BLOGHANTU

  • kisah kami /
    24 Sep 2011

    Kembalinya si Hantu Pikun

    Base Camp Rumah Hantu tak seberapa ramai. Hanya beberapa manusia saja yang lewat di depannya. Kebanyakan orang lagi pada ngumpul di depan Museum Fatahillah, bersenda-gurau, bersepeda, main catur, pacaran, dan sebagainya. Keramaian di pusat wisata Kota Tua itu membuat Rumah Hantu menjadi semakin sepi malam ini. Di ruang tamu Rumah Hantu, terlihat beberapa hantu penghuninya sedang santai. Hantu Perayu memegang jari kaki Kunti, yang minta tolong diguntingin kukunya. Kunti sendiri duduk di sofa sambil menjahit gaunnya yang sobek. “Tak kamu ganti itu gaun? Sudah lapuk itu!” Sapa Hantu Perayu masih sambil menggunting kuku kaki kunti. “Mana bisa kuganti. Sayang banget aku dengan Gaun ini. Kan gaun ini satu-satunya hadiah yang kudapatkan dari Ki Joko Bego.” “Tapi
  • kisah kami /
    26 Feb 2011

    Info Penting dari Hantu Tak Penting

    foto : 3.bp.blogspot.com Haker (Hantu Keren) mendarat tepat di belakang dua sejoli yang selalu menyambut riang para tetamu, alias Patung Selamat Datang. Ia menyelinap dalam patung sang lelaki. Matanya menjelajahi area di tempat nongkrong kaum urban Jakarta. Tepatnya di depan pelataran Plaza Indonesia. Menurut informasi dari Hantu Perayu dan Caspersky, mereka berdua sempat bertemu Hantu Pikun sedang duduk bengong di situ. Hantu Perayu dan Caspersky tidak berhasil mengajak Hantu Pikun pulang ke Rumah Hantu lantaran sahabatnya itu lupa terhadap mereka berdua. “Aku sudah menyebut pengalaman saat masih bersama-sama di markas kita yang lama, tapi ia masih melongo aja. nggak ngomong apapun!” lapor Hantu Perayu kepada Haker. “Aku juga ceritain waktu ia kena setrum karena
  • kisah kami /
    18 Mar 2010

    Interogasi

    Ketiga hantu pengintai membaca targetnya ke sebuah tempat interogasi. Tempat itu amat sangat dirahasiakan. Hanya kalangan hantu pengintai saja yang tahu. Saya sendiri yang menulis cerita ini tak pernah diberitahu, dimana sebenarnya tempat interogasi itu. Sang target dilesakkan ke dalam kotak kaca tembus pandang. Tali api yang melilit-lilit dan membekap sang target meledak dan berubah menjadi asap. Sang target tergeletak lemas tak sadarkan diri. “Sadarkan dia, biar bisa lebih cepat kita interogasi!” perintah kakak pertama kepada kedua hantu pengintai yang menemaninya memburu target. “Siap! Tapi… saya lupa manteranya, kakak pertama…” hantu pengintai yang paling muda menaikkan biji matanya, kedua alisnya menyatu, mengingat-ingat mantera untuk menyadarka
  • kisah kami /
    17 Mar 2010

    Murka Ghostmaster

    Rencana migrasinya para penghuni rumah hantu ke tempat baru terdengar oleh sang penguasa dunia hantu, Ghostmaster. Ia mendapatkan informasi itu dari jajaran hantu pengintai yang memang ditugaskan untuk memonitor gerakan Lembaga Bantuan Hantu (LBH) yang dimotori oleh Haker, hantu keren. “Mau pindah kemana mereka?” Tanya Ghostmaster sambil mengelus jenggotnya yang kadang berwarna hitam, kadang keemasan seperti serabut jagung. “Ng…nganu… kami belum tahu, Ghostmaster…” salah satu hantu pengintai menjawab sambil tetap menunduk, tak berani menatap mata sang penguasa. “Bagaimana kalian ini. Ditugasi jadi pengintai itu bukan untuk memberikan informasi sepotong-sepotong. Harus lengkap! Kalau belum lengkap, jangan dilaporkan, Bego!” “
  • kisah kami /
    23 Aug 2009

    Cara Sukses Lelaki Ndableg

    Haker dan Joker sedang kelayapan. Mereka melintasi sebuah lembah dimana banyak orang-orang antri melakukan “ikhtiar” pesugihan buat kesuksesan hidupnya. Terlihat dari kejauhan dua orang lelaki agak ketakutan menghampiri sebuah kuburan tua yang konon dapat memberikan berkah. Melihat tampang keduanya yang rada bego, munculah inisiatif isengnya Haker. “Kita ke kuburan itu, Yuk!” Ajak Haker kepada Joker yang langsung melesat menyusul Haker menuju kuburan tua. “Ngapain, Ker?” Tanya Joker kepada Haker, ketika mereka sudah di atas kuburan yang dibangun layaknya pos ronda. “Lihat aja. Aku mau nyamar jadi Ghostmaster! Biasanya mereka minta sesuatu sama Ghostmaster…” “Ah kau Ker! Nanti kalau ketauan Ghostmaster, dilaknat kau dengan k
  • kisah kami /
    20 Aug 2009

    LBH di Rumah Hantu

    Kasus Caspersky hanyalah satu pemicu dibentuknya LBH, Lembaga Bantuan Hantu. Haker, Joker, dan Japra memasang Plang LBH di tembok Rumah Hantu. LBH dibentuk untuk mengadvokasi para hantu yang mendapatkan perlakuan semena-mena. Perlakuan semena-mena terhadap hantu bisa dilakukan oleh siapa saja, baik oleh manusia maupun oleh kalangan hantu sendiri. “Bukankah lembaga seperti ini sudah pernah dibentuk, Ker?” ingat Japra. “Ya, tapi dulu itu kan gak jalan. Berada dalam hegemoni kekuasaan Ghostmaster.” Kenang Haker. “Iya ya. sepertinya dari dulu jika kita bikin lembaga independent, selalu saja dicurigai oleh regim Ghostmaster!” umpat Japra “Tapi sekarang tidak lagi, Pra. Sekarang ini sudah era informasi. Apapun yang terjadi di dunia kita ini, amat
  • kisah kami /
    10 Aug 2009

    Caspersky Mau Berubah

    “Kenapa kamu nangis, dik?” tanya Kunti kepada Caspersky, hantu tuyul yang sedang menangis di pojok ruang resepionis Rumah Hantu. “hiks… aku diomelin, kak!” Caspersky mengadu “Siapa yang ngomelin kamu? Duuh, nanti aku jewer dia!” Kunti selalu baik hati karena ia tahu, betapa dekatnya hubungan Caspersky dengan Japra, hantu yang ditaksirnya. “Huhuhuuuuu…. Aku mau dihukum, kak!” makin kencang tangisnya “Duuuh kurang ajar nih. Tega amat sih, ngomelin anak kecil. Mumpung aku lagi capek nih pulang kerja. Kasih tau aku, dik! Siapa yang mau menghukum kamu?!” Kunti makin kasihan. Walau capek setelah bebenah di rumah Ella semalam. “Kakak berani melawan yang ngomelin aku?” “Ya iyalah….! Siapa? Ayo seb

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments