BLOGHANTU

  • kisah kami /
    24 Sep 2011

    Kembalinya si Hantu Pikun

    Base Camp Rumah Hantu tak seberapa ramai. Hanya beberapa manusia saja yang lewat di depannya. Kebanyakan orang lagi pada ngumpul di depan Museum Fatahillah, bersenda-gurau, bersepeda, main catur, pacaran, dan sebagainya. Keramaian di pusat wisata Kota Tua itu membuat Rumah Hantu menjadi semakin sepi malam ini. Di ruang tamu Rumah Hantu, terlihat beberapa hantu penghuninya sedang santai. Hantu Perayu memegang jari kaki Kunti, yang minta tolong diguntingin kukunya. Kunti sendiri duduk di sofa sambil menjahit gaunnya yang sobek. “Tak kamu ganti itu gaun? Sudah lapuk itu!” Sapa Hantu Perayu masih sambil menggunting kuku kaki kunti. “Mana bisa kuganti. Sayang banget aku dengan Gaun ini. Kan gaun ini satu-satunya hadiah yang kudapatkan dari Ki Joko Bego.” “Tapi
  • kisah kami /
    18 Mar 2010

    Interogasi

    Ketiga hantu pengintai membaca targetnya ke sebuah tempat interogasi. Tempat itu amat sangat dirahasiakan. Hanya kalangan hantu pengintai saja yang tahu. Saya sendiri yang menulis cerita ini tak pernah diberitahu, dimana sebenarnya tempat interogasi itu. Sang target dilesakkan ke dalam kotak kaca tembus pandang. Tali api yang melilit-lilit dan membekap sang target meledak dan berubah menjadi asap. Sang target tergeletak lemas tak sadarkan diri. “Sadarkan dia, biar bisa lebih cepat kita interogasi!” perintah kakak pertama kepada kedua hantu pengintai yang menemaninya memburu target. “Siap! Tapi… saya lupa manteranya, kakak pertama…” hantu pengintai yang paling muda menaikkan biji matanya, kedua alisnya menyatu, mengingat-ingat mantera untuk menyadarka

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments