BLOGHANTU

  • kisah kami /
    24 Sep 2011

    Kembalinya si Hantu Pikun

    Base Camp Rumah Hantu tak seberapa ramai. Hanya beberapa manusia saja yang lewat di depannya. Kebanyakan orang lagi pada ngumpul di depan Museum Fatahillah, bersenda-gurau, bersepeda, main catur, pacaran, dan sebagainya. Keramaian di pusat wisata Kota Tua itu membuat Rumah Hantu menjadi semakin sepi malam ini. Di ruang tamu Rumah Hantu, terlihat beberapa hantu penghuninya sedang santai. Hantu Perayu memegang jari kaki Kunti, yang minta tolong diguntingin kukunya. Kunti sendiri duduk di sofa sambil menjahit gaunnya yang sobek. “Tak kamu ganti itu gaun? Sudah lapuk itu!” Sapa Hantu Perayu masih sambil menggunting kuku kaki kunti. “Mana bisa kuganti. Sayang banget aku dengan Gaun ini. Kan gaun ini satu-satunya hadiah yang kudapatkan dari Ki Joko Bego.” “Tapi
  • kisah kami /
    5 May 2010

    Kunti Mau Ikut Casting Film

    Tinggal di rumah baru, Kunti mendapatkan teman baru : Hantu Pesolek namanya. Namanya juga hantu kota metropolitan, kegiatannya lebih berorientasi bisnis. Tidak seperti hantu konvensional, yang nggak ada pekerjaan lain selain menakut-takuti orang. “Jadi sampai sekarang kamu masih nakutin orang aja, Kunti?” tanya Hantu Pesolek yang mengundang Kunti main ke rumahnya, di sebuah ruang tak terawat di Stasiun Kota. “Sebelum aku bergabung dengan LBH, ya selalu gitu.” Jawab Kunti, jujur. “LBH? Apa tuh?” tanya Hantu Pesolek sambil merias wajahnya di depan cermin. “Lembaga Bantuan Hantu pimpinan Haker (hantu keren). Di LBH, kami tidak disarankan menakut-takuti orang. Apalagi menjual diri ke dukun-dukun untuk menyantet atau membuat orang kesurupan.”
  • kisah kami /
    10 Aug 2009

    Caspersky Mau Berubah

    “Kenapa kamu nangis, dik?” tanya Kunti kepada Caspersky, hantu tuyul yang sedang menangis di pojok ruang resepionis Rumah Hantu. “hiks… aku diomelin, kak!” Caspersky mengadu “Siapa yang ngomelin kamu? Duuh, nanti aku jewer dia!” Kunti selalu baik hati karena ia tahu, betapa dekatnya hubungan Caspersky dengan Japra, hantu yang ditaksirnya. “Huhuhuuuuu…. Aku mau dihukum, kak!” makin kencang tangisnya “Duuuh kurang ajar nih. Tega amat sih, ngomelin anak kecil. Mumpung aku lagi capek nih pulang kerja. Kasih tau aku, dik! Siapa yang mau menghukum kamu?!” Kunti makin kasihan. Walau capek setelah bebenah di rumah Ella semalam. “Kakak berani melawan yang ngomelin aku?” “Ya iyalah….! Siapa? Ayo seb
  • kisah kami /
    4 Aug 2009

    Hantu yang tersinggung

    “Kenapa kamu?” tanya Haker (hantu keren) kepada Japra (jarang punya rasa) yang cemberut di pojok rumah jorok. “Kesel banget!” jawab Japra masih tetap cemberut. “Ya, kenapa? Kunti merayu lagi?” “Bukan, Ker! Itu loh! Orang-orang yang ngumpul itu!” Japra menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang mengelilingi salah seorang perempuan yang terlentang dan sesekali mengoceh. “Memang kenapa perempuan itu? Terus apa hubungannya sama kamu?” Haker tak mengerti “Sudah 3 hari perempuan itu sakit. Demam tinggi. Lha, keluarganya memanggil dukun. Eh itu Dukun enak saja bilang kalau perempuan itu kerasukan hantu! Padahal kalau dia mau tanya ke pak dokter Naziel, pasti itu perempuan didiagnosis demam tinggi!” “Hubungannya sama k
  • kisah kami /
    31 Jul 2009

    Rumah Berlantai Kayu

    Namaku Kunti penunggu rumah yang lantai bangunannya terbuat dari kayu ini. 5 tahun sudah keberadaanku di sini, sejak sekitar satu tahun setelah sepasang suami-istri penghuni rumah ini pergi karena menurut gossip, mereka bercerai akibat ketidakcocokkan di antara keduanya. Sebenarnya aku merasa bosan juga di sini sendirian, tidak ada hantu maupun manusia lain yang menemani keberadaanku. Kadang ketika malam datang dan aku merasa tengah kesepian, aku suka berjalan-jalan di luar halaman. Dan saat ada orang yang lewat atau ingin masuk ke rumah ini, aku selalu beranikan diri melakukan penampakkan untuk menyapa orang tersebut agar aku bisa mempunyai teman. Tapi apa daya, setiap kali aku melakukan hal itu, selalu saja orang-orang tersebut malahan lari ketakutan. Pernah suatu saat ada manusia yang

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments