BLOGHANTU

  • kisah kami /
    24 Sep 2011

    Kembalinya si Hantu Pikun

    Base Camp Rumah Hantu tak seberapa ramai. Hanya beberapa manusia saja yang lewat di depannya. Kebanyakan orang lagi pada ngumpul di depan Museum Fatahillah, bersenda-gurau, bersepeda, main catur, pacaran, dan sebagainya. Keramaian di pusat wisata Kota Tua itu membuat Rumah Hantu menjadi semakin sepi malam ini. Di ruang tamu Rumah Hantu, terlihat beberapa hantu penghuninya sedang santai. Hantu Perayu memegang jari kaki Kunti, yang minta tolong diguntingin kukunya. Kunti sendiri duduk di sofa sambil menjahit gaunnya yang sobek. “Tak kamu ganti itu gaun? Sudah lapuk itu!” Sapa Hantu Perayu masih sambil menggunting kuku kaki kunti. “Mana bisa kuganti. Sayang banget aku dengan Gaun ini. Kan gaun ini satu-satunya hadiah yang kudapatkan dari Ki Joko Bego.” “Tapi
  • kisah kami /
    13 Mar 2010

    Mengungsi di Blogdetik

    Pansus Rumah Hantu akhirnya berakhir. Setelah selesai menerima kedatangan MT yang diundang untuk menghibur para hantu dengan lagu-lagu menyayat hati, Haker (hantu keren) sang pemimpin komunitas rumah hantu memutuskan bahwa mereka tak boleh mengganggu transaksi penjualan rumah tua kepada pengusaha caf dan restoran. Namun satu hal yang luput dari perkiraan mereka adalah, ternyata rumah tua peninggalan penjajah Belanda itu akan digusur total dan digantikan dengan pembangunan gedung baru. “Ape gue bilang! Makanya kalo orang protes itu dicamkan! Akhirnya rumah kita ini mau digusur abis!” Joker marah. Kekalahannya dalam voting pansus membuatnya kecewa lantaran rumah warisan zaman belanda ini akan punah. “Bener juga katamu, Joker. Aku jadi bingung kita mau nge-camp dimana sete
  • kisah kami /
    10 Mar 2010

    Rapat Rumah Hantu

    Halo teman-teman blogger. Aku Haker (hantu keren) kembali mengabarkan…. Kami sempat kebingungan ketika rumah tua yang kami tempati selama ini direncanakan akan diubah bentuk menjadi cafe and resto. Rumah kami ini adalah sebuah bangunan tua sejak zaman Belanda. Puluhan tahun rumah ini kosong karena pemiliknya berniat menjual dengan harga antik. Transaksi yang dimulai sering gagal karena beberapa temanku, protes dengan cara mereka masing-masing. Ada yang tiba-tiba melintaskan penampakannya, ada yang menendang tas orang-orang yang sedang bertransaksi, ada juga yang sekedar teriak bernyanyi-nyanyi. Wajar kalau rumah tua ini tak laku. Untuk mencapai kesepakatan agar teman-teman hantu berhenti mengganggu transaksi, aku menggelar diskusi bersama Joker, Hantu Perayu, Kunti, Japra, Bomber,
  • pengakuan /
    14 Aug 2009

    Mbah Karbol

    Di beranda masjid, duduk beberapa lelaki membentuk lingkaran. Mereka bercengkrama tentang segala hal. Yang seorang menyeruput kopi panasnya. Yang lain menunggu hangat. Lainnya lagi mengepulkan asap rokok kretek tiga zaman. Mereka belum pulang. Padahal pengajian sudah selesai dan ustadz yang mengajarkan merekapun sudah kembali ke rumah. Tapi begitulah, memang mereka senang ngumpul-ngumpul saja. Sebenarnya Haker hanya lewat saja. Tapi setelah tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, Hakerpun jadi “nguping” di balik tiang penyangga beranda. Mereka ngomongin hantu! “Wah, kemarin saya dengar istrinya si Parmin kesurupan! Pas ditangani sama mbah Karbol, hantunya marah-marah!” Salah seorang berkisah. Selesai bicara dia selalu menghisap batangan rokoknya. “Apa yan
  • pengakuan /
    13 Aug 2009

    Bertemu 3 dblogger

    Kemarin Haker dan Japra jalan-jalan ke Plangi. Tujuannya sih bukan ke Plangi, tapi ke salah satu sudut di kolong Jembatan Semanggi. Haker dan Japra menengok teman-teman Hantu Pahlawan yang mati di situ saat zaman dulu. Biasa, sebelum pulang, Haker ngajak JJS (jalan-jalan santai) dulu. Sepanjang jalan Haker menyanyikan lagunya Deni Malik, “Sore-sore… kita berjalan-jalan sore-sore….” Dua hantu pujaan hati beberapa dblogger girls itu terkejut melihat seorang perempuan duduk di restoran yang paling tak disukai MT karena cara mengusir pelanggannya kurang etis. Japra melepas kacamata barunya, menguapkan dengan uap dari mulutnya. lalu memakainya lagi. “Mana? Nggak kelihatan? Cuma ijo-ijo gitu?” Clingak-clinguk. “Mana kelihatan! Mestinya lu lap dulu tuh

Author

cuma hantu, tak lebih

Recent Post

Recent Comments